Home » » Mengenal Upacara Adat Perkawinan Suku Dayak Uud Danum

Mengenal Upacara Adat Perkawinan Suku Dayak Uud Danum

Yudi Sutopo | 19.00 | 0 komentar
     Kali ini saya akan bercerita tentang upacara adat perkawinan suku Dayak Uud Danum yang ada di  Desa Buntut Pimpin, Kec. Ambalau. Kab. Sintang. Pada upacara pernikahan adat di desa tersebut, ada beberapa ritual yang di lakukan, berikut penjabarannya.
      Gambar dibawah ini sebenarnya adalah percakapan antara perwakilan kedua belah pihak yang menikah. Kebetulan mempelai wanita adalah orang dari desa lain, jadi ada semacam perizinan atau percakapan yang menggunakan bahasa daerah setempat yang sangat halus, atau mungkin bahasa dayak kuno leluhur mereka mengingat sekarang sudah banyak pencampuran bahasa (pada saat prosesi saya menanyakan artinya percakapan tersebut pada teman saya dan dia juga tidak tahu artinya). Pada ritual ini, sebelum percakapan itu selesai, pihak atau orang-orang dari desa mempelai wanita tidak boleh menginjak tanah yang ada di pihak mempelai pria. Setelah percakapan selesai, ada pertunjukan seni bela diri yang dipertunjukan oleh pesilat dari perwakilan kedua mempelai. Begitu silat selesai, maka satu demi satu pihak mempelai wanita melewati semacam gerbang yang terbuat dari janur/daun pohon kelapa yang menandakan pihak memepelai wanita sudah diperbolehkan masuk ke wilayah mempelai pria.

Tetua adat melakukan percakapan
Gambar diatas menunjukan seorang tetua adat sedang memegang ayam dan melakukan percakapan dengan pihak mempelai wanita. Tak di sangka-sangka ayam yang di pegang oleh tetua adat ternyata diberikan kepada saya. Setelah itu sebagian warga ada yang menyembelih babi untuk konsumsi.

 
      Ritual selanjutnya adalah prosesi dimana perwakilan pihak mempelai wanita diharuskan meminum "Boram". Boram merupakan minuman fermentasi yang kebanyakan dibuat sendiri oleh penduduk setempat. Boram tersebut disediakan di atas mangkok dengan ukuran mangkok yang berbeda-beda dan diletakan disetiap anak tangga rumah mempelai pria. Selain itu, di bawah mangkok yang berisi Boram tersebut diletakkan uang dimana ukuran mangkok yang paling besar memiliki nilai uang yang besar pula. Disini perwakilan dari pihak mempelai wanita akan bekerja sama untuk menghabiskan minuman tersebut. Setelah boram tersebut habis diminum, maka pihak mempelai wanita boleh memasuki rumah mempelai pria.
      Setelah ritual tersebut, mungkin ada ritual selanjutnya yang dilakukan didalam rumah mempelai pria. Namun karena saya tidak ikut masuk maka saya tidak bisa memaparkan apa yang terjadi didalam sana. Nah, setelah itu kedua mempelai keluar rumah bersamaan dengan membawa beberapa tumbuhan yang telah di susun sedemikian rupa dan meletakkan susuna tumbuhan tersebut di pekarangan.

Kedua mempelai memegang susunan tanaman bersama.
      Prosesi selanjutnya adalah turunnya kedua mempelai untuk mandi bersama membersihkan diri. Bukan sembarang mandi, mereka masuk kedalam air dan berdiri bersama dan kemudian di jala yang membuat mereka berada di dalam jala bersama. Dari sumber yang saya peroleh, apabila ada ikan ataupun hewan lain yang terjala, maka seumur hidup ikan tersebut menjadi pantangan, tidk boleh dimakan oleh kedua mempelai.
kedua mempelai akan "di jala"

Dibawah ini adalah penduduk warga yang sedang menyaksikan upacara pernikahan. Mereka secara berbondong-bondong datang untuk menyaksikan sekaligus membantu kelancaran proses pernikahan.
Warga menyaksikan prosesi upacara adat pernikahan
Demikian artikel ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya suku dayak Uud Danum yang ada di kabupaten Sintang. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi kita dan menyadarkan kita akan kekayaan budaya yang kita miliki dengan menjaga dan melestarikannya hingga anak cucu kita tidak hanya mendengar ceritanya saja. Maaf bila ada kata-kata atau penjelasan yang keliru, kemudian tinggalkan pesan agar saya bisa memperbaikinya. Terimakasih.

Sumber : Suratman (Tokoh masyarakat di Desa Buntut Pimpin)













Share is Care :

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Twitter of Mahaguru | Facebook of Mahaguru | Google+ of Mahaguru
Copyright © 2011. Mahaguru - All Rights Reserved
Template Modify by Yudi Sutopo
Proudly powered by Blogger